Latar Belakang, Peran, dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan di Indonesia

Hampir semua orang menggambarkan ekonomi sebagai aktivitas keluar-masuknya uang beserta nilai besarnya. Namun, sebenarnya dalam ekonomi juga ada satu poin penting lainnya yang tidak bisa diabaikan, yaitu mengenai cara menjaga keseimbangan aktivitas dan besaran tersebut.  Karena hal ini, ada institusi yang disebut dengan lembaga penjamin simpanan. Lalu, apakah fungsi lembaga penjamin simpanan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan Berikut Latar Belakang dan Perannya

Seperti yang telah sedikit disinggung sebelumnya, ada satu poin penting dalam ekonomi dan perbankan yaitu menjaga keseimbangan atau stabilitas kegiatan ekonomi. Untuk menjaga keseimbangan ekonomi tersebut, dibentuklah lembaga penjamin simpanan. Adanya lembaga ini dinilai sangat penting, khususnya bagi dunia perbankan. Mengapa? Hal ini karena dengan tidak adanya lembaga ini, stabilitas perbankan akan terganggu. Padahal, stabilitas perbankan sangat mempengaruhi keseimbangan ekonomi, bahkan secara menyeluruh. Karena itulah, di Indonesia sendiri fungsi lembaga penjaga keseimbangan ekonomi ini dianggap sangat penting.

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan

Pendirian lembaga penjamin simpanan sendiri dilatarbelakangi oleh adanya krisis moneter yang terjadi pada penghujung tahun 90-an. Pada saat itu, kondisi perbankan tengah berada pada titik terpuruknya akibat krisis moneter. Karena itu, pemerintah bermaksud memperbaiki kondisi perekonomian dan perbankan di Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah berasumsi bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sekaligus upaya untuk meminimalisir beban anggaran negara adalah poin yang pertama harus dipertimbangkan. Pada akhirnya, dikeluarkanlah Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 yang menjadi acuan didirikannya lembaga independen bernama Lembaga Penjamin Simpanan atau disingkat menjadi LPS.

Fungsi lembaga penjamin simpanan yang didirikan berdasarkan UU No. 24 Tahun 2004 tersebut adalah sebagai lembaga independen yang dapat menjamin simpanan nasabah sekaligus mampu menjaga stabilitas kondisi perbankan di Indonesia sebagaimana harapan pemerintah ketika mendirikannya. Melalui wewenang yang diberikan kepada lembaga ini, aktivitas ekonomi dan perbankan di Indonesia pada awal tahun 2000-an tersebut bisa sedikit demi sedikit diperbaiki. Kemajuan yang didapatkan dengan adanya dukungan lembaga independen ini memunculkan simpanan nasabah yang beraneka jenis seperti tabungan, giro, deposito, dan sebagainya. Selain itu, bank syariah juga mulai menggeliat serta turut mengambil peran dalam menjalankan tugas LPS.

Apabila dilihat dari sudut pandang detail dan teknis, tugas dan fungsi lembaga penjamin simpanan dibagi menjadi beberapa poin penting, yaitu:

  1. Membuat rumusan sekaligus ketetapan terkait kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan.
  2. Merumuskan sekaligus membuat ketetapan mengenai kebijakan yang berfungsi menjaga stabilitas suatu sistem perbankan.
  3. Melakukan analisis, membuat rumusan, serta membuat ketetapan dan kebijakan terkait solusi untuk bank yang bermasalah atau mengalami kegagalan sistemik.

Ketiga poin di atas teraplikasikan dengan baik ketika terjadi permasalahan Bank Century beberapa waktu lalu. Melalui ketiga poin tersebut, dicapailah keseimbangan ekonomi dan perbankan sebagaimana fungsi lembaga penjamin simpanan yang dirumuskan sejak awal melalui UU Nomor 24 Tahun 2004.

Upaya bank agar simpanan para nasabahnya mendapatkan jaminan dari LPS bisa dilakukan dengan menyerahkan beberapa dokumen yang diantaranya adalah salinan anggaran dasar dan akta pendirian bank, dokumen perizinan bank, surat pernyataan pemegang saham, serta berbagai dokumen informasi yang dibutuhkan.

Pada akhirnya, dengan mengetahui peran dan fungsi lembaga penjamin simpanan, masyarakat Indonesia akan lebih percaya untuk menabung di bank dan mencoba berbagai produk bank yang terdaftar di LPS. Saat ini, telah banyak bank yang tergabung dengan LPS ini, baik itu bank pemerintah, swasta, maupun bank asing yang memiliki cabang di Indonesia.